jono walker ala banyumas

Semalam saya melihat seorang kawan digotong oleh beberapa teman yang lain. ‘knapa tuh?’ ‘kebanyakan’ jawab seorang teman. Kebanyakan.., sudah pasti terlalu banyak minum minuman beralkohol. Teringat dikampung saya dijawa sana, di daerah bekas karesidenan banyumas terdapat minuman beralkohol yang maha dashyat. Minuman ini disebut ciu. Rasanya manis pahit panas, menyayat tenggorokan. Bahannya campuran antara gula kelapa, tape singkong, laru dan -mungkin- sedikit baygon. Kandungan alkoholnya 40-60%, setara dengan om jack, om johny dan kawan-kawan. Harganya sangat murah, 1 liternya mungkin hanya ceban. Dengan 1 jerigen ciu dapat digunakan pesta minuman oleh 20 orang, semua peserta dijamin nungging diakhir pesta. Ciu biasanya diminum pemuda2 saat akan menonton dangdut atau saat akan tawuran. Seperti jangkrik diberi pakan cabai, seperti itulah efek orang yang nenggak ciu. Muka memerah hitam, bawaannya pengen nempeleng orang, sok jagoan. Makanya cocok sekali diminum menjelang tawuran. kawan saya, mahasiswa kere di purwokerto biasanya minum ciu tengah hari bolong, main gaple cuma pakai celana kolor. Dari jauh terlihat seperti kadal berjemur: bergerombol, coklat dan blingsatan. Seorang preman (lebih tepatnya kroco mumet) pasar wage tidak akan afdol malaknya jika sebelumnya belum menenggak ciu. Kurang kelihatan beringas. Frustrasi putus cinta, masalah keluarga, masalah akademik dapat dilupakan dengan hanya menenggak ciu seukuran botol greentea. Semua masalah seakan no problemo. Masalahnya, fase slowing down dari minum ciu adalah sebuah proses yang sangat menyiksa. Lidah seakan dibakar, isi lambung seakan diaduk-aduk, dug dug dug seperti di pukul mike tyson dan kepala pusing tujuh keliling dan berat. Sunggung siksa dunia. Topi miring, rajawali, intisari, king horse semuanya lewat. Yang ini jagonya bikin puyeng. Belum lagi kalau sampai jackpot, bau amoniak menyeruak. Biasanya yang jackpot tidak akan sanggup melangkah jauh dari bekas jackpotnya. Bahkan tidur ditoilet, comberan, sisi tiang listrik, tergantung dimana dia jackpot. kini ciu sedang diteliti oleh para ahli untuk digunakan sebagai bahan bakar alternatif. Entah alternatif dari bensin, solar atau minyak tanah. Baiknya bensin, solar dan minyak tanah dijadikan minuman alternatif pengganti ciu. Mungkin efeknya sama. Ada yang berminat mencoba?

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s